TNI Siaga Hadapi Gejolak Sosial Era Pandemi Corona

TNI sudah siagakan pasukan demi cegah gejolak sosial selama pandemi covid-19 atau Virus Corona, siap diturunkan saat situasi terburuk terjadi di Indonesia. Sejauh ini situasi Indonesia dalam menghadapi Virus Corona masih terkendali.Kendati demikian, hal itu tidak mengurangi kewaspadaan TNI dalam menjaga wilayah NKRI.

Pengamat Militer dari Universitas Pertahanan Indonesia, Evansius Tarigan menilai bahwa pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam antisipasi Gejolak Sosial adalah salah satu bentuk untuk menjalankan amanah undang-undang yakni operasi militer selain perang.

Evansius mengatakan bahwa dirinya sepakat terhadap langkah yang diambil oleh TNI itu, selama sesuai dengan koridor hukum yang ada. Hal tersebut lantaran pelibatan TNI sangat dibutuhkan dalam masa-masa wabah Virus Corona atau Covid-19 semakin melebar dan menyerang segala sektor di Indonesia maupun dunia.

“TNI harus menjadi pelindung rakyat, memberikan rasa aman dan nyaman kepada rakyat, bahwa TNI lahir dari rahimnya rakyat,” kata Evansius.

Evansius menjelaskan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan akan adanya indikasi Gejolak Sosial imbas dari merebaknya virus Corona meskipun memang ada kemungkinan akan terjadi untuk wilayah perkotaan, karena semakin sulitnya masyakarat untuk memenuhi kebutuhan pokok akibat hantaman ekonomi yamg terjadi.

“Apabila kondisi ini berlangsung semakin lama, Jakarta sebagai pusat bisnis dan pemerintahan memiliki potensi yang besar untuk terjadinya Gejolak Sosial, dan memungkinkan juga mengarah kepada anarkis,” jelasnya.

Namun, menurut Evansius, kondisi saat ini belum dapat di sejajarkan dengan kondisi pada tahun 1998. Akan tetapi, lanjutnya, mempersiapkan personil TNI saat sebelum adanya Gejolak Sosial dimasyarakat dapat juga dilakukan sebagai Detterence Effect (Efek Penggentar/menakutnakuti) kelompok-kelompok tertentu yang berniat mengorganisir suatu kekuatan massa demi menciptakan Chaos atau kekacauan di Indonesia.

“Akan tetapi pengerahan Personil TNI tidak boleh bertentangan dengan Udang-undang TNI pasal 3 ayat 1 yang mana dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer haruslah melalui presiden,” tegas Evansius.

Diketahui, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan bahwa TNI menyiapkan pasukan dalam menghadapi kemungkinan Gejolak Sosial yang bisa mengarah ke tindakan anarkis karena dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“TNI selalu berpikiran yang terburuk yang harus disiapkan terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang ini,” katanya dalam Webinar bertema “Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa dalam Menghadapi Wabah Covid-19” yang digelar atas kerja sama Jakarta Defence Studies (JDS) dengan Universitas Pertahanan (Unhan), di Jakarta, Selasa (28/4/2020)

R Segara
%d blogger menyukai ini: