Trump Menutup Diri dengan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan janji negosiasi perjanjian dagang yang sudah ditandatangani dengan China. Bahkan, dalam konferensi persnya, ia berujar sudah tak tertarik melakukan itu lagi.

“Saya tidak tertarik dengan itu,” tegasnya saat ditanyai wartawan soal keinginan China bernegosiasi lagi soal kelanjutan damai dagang pada Januari 2020 itu.

“Bahkan tidak walau sedikit. Mari kita lihat apakah mereka memenuhi kesepakatan yang ditandatangani.”

Pernyataan Trump ini membuat proses perdamaian perang dagang terancam. AS dan China sebelumnya terjebak perang tarif selama dua tahun lebih dan saat itu ekonomi dunia sangat terpengaruh pertikaian kedua negara.

Padahal Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer serta Menteri Keuangan Steven Mnuchin sempat menyebut akan mengimplementasikan tahap satu kesepakatan pada pekan kemarin.

Di mana perjanjian itu berisi administrasi Trump setuju menunda kenaikan tarif pada barang China. Sementara China juga akan meningkatkan pembelian produk AS hingga US$ 200 miliar, atau lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2017.

Sebagaimana diketahui, hubungan AS dan China memang kembali memanas karena COVID-19. AS mengatakan memiliki bukti virus terkait laboratorium virologi di negeri Tirai Bambu.

AS juga menuding China melakukan disinformasi dan gagal membendung wabah sehingga menjadi pandemi global. Sedangkan China menolak semua tudingan AS.

Hingga kini COVID-19 sudah menyerang 210 negara dan teritori di dunia. Ada 4 juta lebih orang terinfeksi virus yang sekeluarga dengan SARS dan MERS ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan janji negosiasi perjanjian dagang yang sudah ditandatangani dengan China. Bahkan, dalam konferensi persnya, ia berujar sudah tak tertarik melakukan itu lagi.

“Saya tidak tertarik dengan itu,” tegasnya saat ditanyai wartawan soal keinginan China bernegosiasi lagi soal kelanjutan damai dagang pada Januari 2020 itu.

“Bahkan tidak walau sedikit. Mari kita lihat apakah mereka memenuhi kesepakatan yang ditandatangani.”

Pernyataan Trump ini membuat proses perdamaian perang dagang terancam. AS dan China sebelumnya terjebak perang tarif selama dua tahun lebih dan saat itu ekonomi dunia sangat terpengaruh pertikaian kedua negara.

Padahal Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer serta Menteri Keuangan Steven Mnuchin sempat menyebut akan mengimplementasikan tahap satu kesepakatan pada pekan kemarin.

Di mana perjanjian itu berisi administrasi Trump setuju menunda kenaikan tarif pada barang China. Sementara China juga akan meningkatkan pembelian produk AS hingga US$ 200 miliar, atau lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2017.

Sebagaimana diketahui, hubungan AS dan China memang kembali memanas karena COVID-19. AS mengatakan memiliki bukti virus terkait laboratorium virologi di negeri Tirai Bambu.

AS juga menuding China melakukan disinformasi dan gagal membendung wabah sehingga menjadi pandemi global. Sedangkan China menolak semua tudingan AS.

Hingga kini COVID-19 sudah menyerang 210 negara dan teritori di dunia. Ada 4 juta lebih orang terinfeksi virus yang sekeluarga dengan SARS dan MERS ini.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: