Nilai Tukar Rupiah Berhasil Menguat Karena Optimisme Pasar

Nilai tukar rupiah berhasil menguat dalam empat perdagangan berturut-turut didukung optimisme pasar terhadap pelonggaran kebijakan lockdown di beberapa negara yang dapat membatasi pelemahan ekonomi global.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2020) rupiah parkir di level Rp14.895 per dolar AS, menguat 0,168 persen atau 25 poin. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS atau greenback di hadapan mata uang utama dunia naik 0,33 persen ke level 100,037.

Dengan demikian, rupiah berhasil melanjutkan penguatannya sehingga mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut. Kinerja itu juga menjadi yang terbaik ketiga di antara mata uang Asia lainnya ; tepat di bawah peso Filipina yang menguat 0,22 persen dan baht Thailand yang naik 0,178 persen.

Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2020 rupiah masih terkoreksi hingga 6,9 persen.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa penguatan rupiah pada perdagangan kali ini masih didukung oleh respon positif pasar terhadap pelonggaran kebijakan lockdown di beberapa negara pandemi karena laju penyebaran mulai menurun.

Dengan dibukanya lockdown itu, aktivitas ekonomi akan meningkat kembali sehingga akan membatasi pelemahan ekonomi global dan mendukung investor mengumpulkan aset-aset berisiko seperti rupiah.

“Untuk perdagangan Selasa (12/5/2020) pun, rupiah masih ada potensi penguatan karena sentimen positif yang sama itu. Rupiah berpotensi menguji level Rp14.800 per dolar AS dengan level resisten Rp15.100 per dolar AS,” ujar Ariston kepada Bisnis, Senin (11/5/2020).

Namun, Ariston mengatakan bahwa pasar masih tetap mewaspadai potensi gelombang kedua wabah dan memburuknya data-data ekonomi sehingga dapat membatasi kinerja penguatan yang telah dicapai rupiah. Dalam sepekan ini, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.150 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan pasar merespon positif rencana beberapa negara untuk membuka lockdown. Dari sisi internal, Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang garuda yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih bergerak tidak jauh dari Rp15.000 per dolar AS.

Ibrahim memprediksi dalam perdagangan Selasa (12/5/2020) rupiah kemungkinan akan menguat di level Rp14.795 – Rp15.050 per dolar AS

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: