Usai Curhat soal Harga Tomat, Sandi Peluk Maruf

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bertemu dengan petani tebu dan tomat di Kediri, Jawa Timur terkait dengan rencana meningkatkan kesejahteraan para petani.

Salah satu petani tomat Maruf mengatakan kegagalan panen tomat miliknya membuat nasibnya belum sejahtera. Dia meminta ada perbaikan kesejahteraan petani.

“Jual tomat bikin sakit hati. 70 kilogram hanya dihargai Rp7 ribu rupiah pak. Saya harap kalau jadi wapres perbaiki nasib ekonomi petani. Perlu ada Harga Eceran Terendah, sehingga kami tidak rugi pak,” kata Maruf dalam pertemuan tersebut, Kamis (20/12).

Usai curhat masalah tersebut, Sandiaga memeluk Maruf. “Sabar ya Pak Maruf,” katanya sambil menepuk-nepuk pria setengah baya tersebut.

Salah satu petani tebu, Bambang juga mengeluhkan harga jual yang jatuh karena impor gula. Dia menyatakan kekecewaannya karena ada impor gula dilakukan pemerintah.

“Harga jatuh. Lagi panen kok ya tega impor gula dari negara lain. Apakah mau mematikan petani?” kata Bambang.

Soal tebu Sandi mengatakan pihaknya sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang. Ada tujuh permintaan para petani yang harus diselesaikannya jika diberi amanat memimpin pada 2019.

Sejumlah poin itu adalah menghentikan impor, memberantas mafia pangan, revitalisasi pabrik gula pelat merah hingga kredit lunak.

Terkait dengan harga tomat yang dikeluhkan Maruf, Sandi berjanji akan melaksanakan program sebagaimana yang pernah dilakukannya di DKI dengan food station. Caranya, membeli langsung produk panen mereka dari petani dengan penyederhanaan rantai distribusi.

“Seperti saat kami menggagas pembelian telur dari Blitar untuk menjaga pasokan agar harga telur di DKI Jakarta kala itu stabil dan terjangkau. Pembelian langsung dilakukan PT Tjipinang Food Station. Warga DKI butuh telur 260 ton per hari, 100 tonnya dari Blitar,” papar Sandi.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: