Bandar Udara Yogyakarta International Airport Paling Bagus di Indonesia

Presiden Republik Indnesia Joko Widodo alias Jokowi meresmikan Bandar Udara Yogyakarta International Airport ( YIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian bandara ditandai penekanan sirine dan penandatanganan prasasti di depan Plengkung Gading di bawah atap batik kawung terminal kedatangan.

Hadir bersama Jokowi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri BUMN Erick Tohir. Kedatangan Jokowi langsung disambut Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Fail Fahmi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta sejumlah pejabat.

Presiden Jokowi mendarat pada pukul 09.15 WIB. Ia langsung meninjau semua bagian YIA, termasuk artwork Bendoro Kinjeng Wesi dan panel yang berada di sisi selatan Kinjeng Wesi itu, area yang bersambung sampai ke area Pasar Kotagede.
Jokowi mengapresiasi pembangunan bandara yang juga disebut Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) ini.

Apresiasi itu ditujukan pada semua kelebihan yang ada dalam YIA dibanding bandara lain, utamanya dengan bandara lama Adisutjipto.
“Kalau dibandingkan airport lama di Adisutjipto, panjng runway di sana 2.200 meter. Di sini 3.250 meter. Jauh lebih panjang,” kata Jokowi, Jumat (28/8/2020).

Dengan itu, kata Jokowi, YIA bisa melayani berbagai jenis pesawat termasuk yang terberat maupun berbadan lebar, seperti Airbus A320 dan Boeing 777. Ini didukung oleh runway yang panjang.

Kapasitas terminal YIA juga jauh lebih besar hingga 13 kali lipat bandara sebelumnya. Luas terminal Adisutjipto hanya 17.000 meter persegi dengan kemampuan menampung 1,6 juta penumpang.

Terminal YIA memiliki luas 219.000 meter persegi dengan kemampuan menampung 20 juta penumpang per tahun.
Selain itu, YIA memiliki daya tahan gempa 8,8 SR. Bahkan bangunan terminal YIA mampu menahan gelombang tsunami setinggi 12 meter.
Semua kelebihan yang ada dalam bandara diselesaikan dalam tempo cepat. Kecepatan pembangunan disertai kelebihan itu juga mendapat apresiasi Jokowi.
“Bandara Yogyakarta International Airport sudah selesai 100 persen. Bandara ini dikerjakan hanya dalam 20 bulan. Cepat sekali,” kata Jokowi.

Dari banyak kelebihan itu, Jokowi secara khusus mengungkap kekaguman pada arsitektur YIA. Bandara memang dipenuhi artwork dari pintu masuk kawasan hingga terminal.

Semua menampilkan arsitektur bernuansa Jawa dan Yogyakarta pada umumnya. Pengerjaan tiap detil arsitekur YIA ini dianggap sangat baik.
Presiden mengagumi semua artwork itu. Ia mengaku YIA ini pun sebagai yang terbaik yang ada di Indonesia.

“Kearsitekturan dan semua interior ini sangat bagus. Saya melihat secara detil semua. Pengerjaannya menurut saya ini terbaik saat ini di Indonesia,” kata Jokowi.

Perjalanan pembangunan YIA hingga menjadi bandara dan beroperasi telah melalui perjalanan panjang.
Pemerintah berbagi tugas antara pusat, provinsi hingga pemerintah kabupaten. Pemprov dan Pemkab mengurusi pembebasan lahan dan penanganannya.
Hingga akhirnya semua bisa selesai kini. Semua pembangunan bandara menelan Rp 11,3 triliun, terdiri Rp 4,2 triliun untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik sekitar Rp 7,1 trliun.

Jokowi optimistis YIA berkembang pesat ke depan dalam melayani semua jenis penerbangan. Walau begitu, ia memaklumi bahwa pandemi Covid-19 menjadi hambatan saat ini.

Ia meyakini, dengan perkembangan vaksin belakangan ini, maka semua kembali berjalan baik, termasuk operasional bandara.
“Saat ini, masih masa pandemi. Kalau belum ramai kami memaklumi, namun begitu setelah vaksinasi maka kami meyakini bandara ini akan menjadi bandara yang paling ramai,” katanya.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: