BPN Sebut Kampanye Hitam Relawan Pepes Tak Miliki Daya Rusak

Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi , Ferry Mursyidan Baldan menganggap tidak ada dampak yang besar akibat kampanye hitam yang dilakukan anggota Partai Emak – Emak Pendukung Prabowo – Sandi (Pepes) terhadap Joko Widodo di Karawang beberapa waktu lalu.

Dua orang anggota Pepes menyebarkan informasi kepada warga bahwa Jokowi bakal melegalkan pernikahan sesama jenis dan tidak akan ada lagi adzan berkumandang. Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

“Saya kira, apa sih daya rusak dua orang ini,” ucap Ferry di Seknas Prabowo – Sandi, Jakarta, Selasa (12/3).

Ferry justru menuding kubu pasangan calon 01 Jokowi-Ma’ruf kerap melontarkan pernyataan yang lebih berbahaya bagi publik.

Dia mengatakan anggota Tim Kampanye Nasional serta relawannya sering melakukan itu dalam forum atau dialog di acara televisi.
Ferry memberi contoh ketika cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno diolok-olok sebagai anak mami. Diketahui, Sandi disebut sebagai anak mami oleh sejumlah pihak usai Mien Uno meminta mereka yang menyebut anaknya gemar bersandiwara agar meminta maaf.

“Bahkan lebih parah lagi. Pak Prabowo gini, ketika Pak Sandi dibilang anak mami, dibilang segala macam. Ini kan Lebih dari dua orang ini. Banyak juga tokoh tokoh tim 01 yang menyampaikan lebih sembarangan ,” kata Ferry.

Ferry mengatakan relawan Paslon 01 pun selalu dibiarkan ketika melontarkan pernyataan yang jelas jelas merugikan paslon 02. Menurutnya, penyebar video anggota pepes melakukan kampanye hitam juga harus diusut.
Meski dua anggotanya telah ditetapkan sebagai tersangka, Ferry mengatakan BPN tidak akan mengeluarkan Pepes dari daftar kelompok relawan. Ferry menyebut pihaknya bakal memberikan edukasi tentang bagaimana berkampanye.

“Kita edukasi saja. Kita beri peringatan. Kan, kalau didengar, tidak ada apa apanya daya rusaknya dibanding juru kampanye sebelah,” ucap Ferry.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: