Data Tidak Valid, Bansos DKI Banyak Yang “Nyasar” ke Rumah Mewah

Penyaluran bantuan sosial DKI Jakarta menjadi polemik karena tak tepat sasaran.

Di saat banyak warga miskin yang tak kebagian paket sembako, bansos yang ada justru tersalurkan ke warga mampu yang memiliki rumah mewah di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Warga Satu RW di Kelapa Gading Tolak Bansos DKI. Sekumpulan warga di RW 07 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi viral di media sosial karena menolak bantuan sosial paket sembako selama PSBB di Jakarta dimulai.

“Warga RW 07 Kelurahan Kelapa Gading barat sebanyak 22 paket.” Kata Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko dikutip dari laman kumparan.com, Kamis (16/04).

Warga 07 yang menerima bantuan sosial itu, beberapa di antaranya menolak dan mengembalikan 22 paket itu ke asalnya, dengan alasan kurang tepat sasaran.

Untuk diketahui, daerah Kelapa Gading merupakan daerah kawasan pemukiman menengah ke atas.

Paket itu dikembalikan dengan menitipkannya ke Ketua RW setempat untuk secara kolektif diberikan ke warga yang lebih berhak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah DKI. Hal ini juga turut dikonfirmasi langsung oleh M Harmawan selaku Camat Kelapa Gading

Mereka merasa tidak layak menerima bansos itu dan meminta bansos disalurkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Meski kedapatan melakukan kesalahan dalam pengiriman paket tersebut, Sigit yakin kalau proses distribusi bansos di wilayah Jakarta Utara berjalan dengan lancar.

Salah satu di antaranya adalah pegiat media sosial, Denny Siregar dengan komentar sarat sarkasme melalui akun twitter pribadinya, @Dennysiregar7.

“Pantesan, jumlah warga miskin di Jakarta kemarin mendadak naik gila2an. Mungkin menurut @DKIJakarta warga Kelapa Gading pada jatuh miskin.”

Cuitan itu, kemudian mengundang komentar dari warganet lain sebanyak 557 komentar.

“Respect untuk para warga yang telah menolak dan mengembalikan paket sembako bantuan karena merasa tidak berhak atas paket bantuan tsb. Untuk pihak yang “mengada-adakan” warganya menjadi status warga miskin, segera mulai diinvestigasi. Ini baru di satu RW di suatu kelurahan lho..!” -@BorneoWolf-

“Makin tambah terlihat ada yg tidak beres dalam penanganan corona di DKI” @fajaralam9

“Mainannya kasar banget, masa, nuduh orang kelapa gading gak bisa beli beras. ck ck ck. Pembunuhan karakter buat kelapa gading.” -@AnggriantoJohny-

“Ribuan paket tepat sasaran, dan sangat membantu masyarakat, dan kita hanya fokus ke 22 pcs yang salah, jangan lihat gambarnya. Baca dlu mas. .” -@Achmads35787459-

Kritikan bukan hanya datang dari warganet saja, tapi juga dari Gilbert Simanjuntak, anggota Fraksi PDIP DPRD Jakarta.

Dia mengatakan kalau hal ini tidak tepat pada sasaran, karena katanya, rata-rata harga rumah di daerah itu senilai Rp 7 miliar.

Yang menjadi pertanyaan kemudian, sudah validkah data yang dimiliki Dinas Sosial DKI Jakarta sebagai basis data pendistribusian bansos?

Sebagaimana kita ketahui, DKI Jakarta sudah memulai kebijakan ini sejak Jumat, 10 April lalu.

Tidak lama setelah Jakarta umumkan PSBB, beberapa kota tetangganya seperti Bogor, Depok, dan Bekasi, juga ikuti jejak Jakarta untuk PSBB.

Menyusul kota satu provinsinya yang sudah lebih dulu mulai kebijakan PSBB, Kota Bandung juga digadang-gadang akan langsungkan PSBB pada Rabu, (22/04) pekan depan.

R Segara
%d blogger menyukai ini: