Jokowi Optimistis Corona Berangsur angsur Hilang Akhir 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia mulai melandai pada Juli mendatang. Menurut Jokowi, kasus Corona di Indonesia akan mencapai puncaknya pada bulan Mei.

Jokowi menerima beragam prediksi mengenai puncak virus Corona di Indonesia. Perbedaan analisis itu, kata Jokowi, wajar sebab virus Corona merupakan sesuatu yang baru ditangani Indonesia.

“Ada yang menyampaikan di situ minggu kedua April, sudah puncak kelihatan turun, ada yang menyampaikan minggu terakhir April, ada yang mengatakan awal Mei, ada yang mengatakan pertengahan Mei. Ada yang mengatakan akhir Mei berbeda-beda semua karena tadi virus Corona ini barang baru, virus COVID-19 ini barang baru, hitungannya bisa dihitung cara berbeda-beda dan hasil yang berbeda-beda,” ujar Jokowi.

“Setiap hari masuk ke saya hitungan-hitungan kapan puncaknya dan kapan akan turun, dengan hitungan-hitungan dengan model matematis yang berbeda,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas melalui konferensi virtual dengan topik Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Istana Merdeka Jakarta, Kamis (16/4/2020) mengatakan ia sangat yakin tahun depan pariwisata akan naik.

“Saya meyakini ini hanya sampai akhir tahun, tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata,” kata Presiden Jokowi. Kepala Negara memperkirakan pada 2021 semua orang ingin keluar dan semua orang ingin menikmati keindahan. Terlebih setelah sekian lama mereka harus lebih banyak tinggal di rumah untuk menekan penyebaran wabah Corona pada bulan-bulan sebelumnya.

Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku dan industri pariwisata untuk tetap optimistis. “Optimisme itu yang harus terus diangkat, jangan sampai kita terjebak pesimisme karena masalah Covid-19 ini sehingga booming yang muncul setelah Covid-19 ini selesai tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” katanya. Menurut dia, booming pada sektor pariwisata harus mulai dipersiapkan dan dimanfaatkan dengan baik. Ia ingin memastikan penyaluran stimulus ekonomi bagi pelaku usaha di sektor pariwisata berjalan dengan baik agar mereka bisa bertahan dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.

Namun Jokowi optimistis virus Corona mulai menurun pada Juli. Asalkan, kata dia, masyarakat disiplin mematuhi aturan pemerintah.

“Kalau ditanya ke saya, saya ingin optimis Juli sudah masuk pada posisi ringan sehingga puncaknya pada bulan Mei sudah betul-betul pada puncak kemudian turun, landai tetapi dengan catatan masyarakat memiliki kedisiplinan yang kuat, itu kuncinya di situ,” imbuh dia.

Jokowi memprediksi, jika masa kritis ini selesai, masyarakat akan langsung menikmati kembali keindahan alam Indonesia. Ia pun meminta para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bersiap dan mengingat hal ini.

“Optimisme itu yang harus diangkat. Jangan sampai kita nanti apa terjebak pada pesimisme karena masa Covid ini. Sehingga, booming yang akan muncul setelah Covid ini selesai ini itu tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” kata Jokowi.

Jokowi pun meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, untuk terus memberikan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia mengatakan hal tersebut harus dilakukan agar mereka bisa bertahan dan tidak melakukan PHK secara besar-besaran.

Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio yakin sektor industri pariwisata akan kembali normal dan tumbuh positif di 2021 mendatang. Saat ini, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terimbas paling parah akibat Wabah Virus Corona.

“Kita meyakini di 2021 karena work from home (saat) ini, pariwisata justru bisa rebound dengan sangat signifikan,” kata Wishnutama usai mengikuti rapat terbatas mitigasi Covid-19 di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis, 16 April 2020 lewat video conference.

Saat ini, kata Wishnutama, Kemenparekraf tetap melakukan koordinasi dengan berbagai macam destinasi super prioritas, dalam rangka persiapan bila rebound pariwisata pasca pandemi Covid-19 dimulai. Ia mengatakan fokus utama pemerintah nanti justru kepada hal-hal yang sangat mendasar di destinasi pariwisata. Beberapa di antaranya adalah higienitas, toilet kebersihan keselamatan dan keamanan, hal2 tersebut yang perlu kita utamakan. “Jadi benar-benar kita balik ke soal basic dan training mengenai hospitality untuk pasca Covid-19,” kata Wishnutama.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: