Larangan Mudik Ke Solo

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di kawasan Soloraya hingga kini terus dibahas. Rencana tersebut minim dukungan dari daerah di Soloraya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bahkan menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menerapkan PSBB di Soloraya. Alasan utama Juliyatmono menolak adalah persyaratan PSBB berat.

Kabar mengenai PSBB di Soloraya yang tak mendapatkan dukungan itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (22/4/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu ada pula ulasan mengenai larangan mudik dari pemerintah. Pemerintah dinilai terlambat mengeluarkan larangan mudik di tengah pandemi virus corona.

Larangan Masyarakat Mudik Dinilai Terlambat
Pemerintah akhirnya melarang mudik Lebaran bagi masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19 mulai Jumat (24/4/2020). Kebijakan tersebut dinilai terlambat karena banyak perantau telah kembali ke kampung halaman karena terdampak pandemi Covid-19.

Anggota Komisi V DPR, Irwan, menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlambat karena Covid-19 telah menyebar di kampung.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain headline mengenai PSBB Soloraya di halaman Soloraya ada kabar mengenai empat dokter yang terinfeksi virus corona dan dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Ada pula kabar dari remaja kakak beradik yang menyumbangkan tabungan untuk penanganan Covid-19.

Empat Dokter Dirawat di RSUD dr. Moewardi
Jumlah tenaga medis yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan dirawat di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo berjumlah empat orang. Keempatnya merupakan dokter dan dua di antaranya bertugas di RSDM sendiri.

Salah seorang anggota Dewan Pengawas RSDM Solo, Reviono, membenarkan kabar tersebut. “Iya betul, ada dua dokter RSDM yang tertular Covid-19. Ini selain dua dokter yang sudah dirawat. Mereka berdua kan bukan dokter RSDM. Saya harap empat saja. Kalau bisa yang lain jangan menyusul,” kata dia melalui layanan perpesanan WhatsApp, kepada Espos, Selasa (21/4/2020).

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Tabungan Kurban Disumbangkan untuk Beli APD
Kakak beradik putri dari anggota Polresta Solo bernama Aiptu Tunjung, yaitu Tasya Tunjung Wulan, 19, dan Tyas Dwi Tunjung Wangi, 12, menyumbangkan uang tabungan mereka untuk membantu penanganan pandemi Covid-19.

Uang tabungan yang semula akan dipakai untuk berkurban tahun ini diserahkan ke Polresta Solo, Senin (20/4/2020) siang. Nominal uang tabungan yang mereka donasikan Rp1.126.500 yang terdiri atas Rp650.000 uang kertas dan Rp476.500 uang logam.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: