Menko Luhut soal Pelarangan Mudik: Presiden Tak Mau Bikin Masyarakat Susah

Pulang kampung atau mudik di tengah wabah virus corona menjadi masalah tersendiri. Sebab, mereka yang pulang kampung tetap berpeluang menularkan virus corona ke kampung halamannya meski dia merasa tidak sakit.

Pemerintah masih terus mengkaji kebijakan pelarangan mudik di tengah merebaknya pandemi virus corona. Sebelum memutuskan pelarangan mudik, banyak hal yang perlu diperhatikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo berpesan agar lahirnya kebijakan tidak membuat masyarakat kecil hidupnya bertambah susah.

“Nanti kita akan kaji karena jangan sampai logistik mati, kita ndak mau juga, ambulans ndak jalan, sedang dikaji oleh (Kementerian) Perhubungan,” kata Luhut dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (31/3).

“Kita nanti akan sarankan mana-mana supaya yang penting semua bisa lancar. Tapi social distancing jalan, orang yang tak kerja juga masih hidup dengan bantuan pemerintah,” tambah dia.

Meski masih dikaji, Luhut sudah membocorkan sedikit kebijakan yang akan dilakukan terkait dengan mudik. Salah satunya tentang bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Selain itu, nantinya disiapkan mekanisme untuk siapa saja yang boleh dan tidak boleh mudik. Dengan begitu, diharapkan arus mobilitasi warga tetap teratur.

“Ya ini kita lagi omongin. Kita akan saya kira sore-sore kita sudah bisa memberi tahu itu bagaimana bentuknya. Tapi formatnya sudah disusun,” ungkap dia.

Kebijakan untuk mudik ini juga nantinya memberi ruang kepada daerah untuk mementukan kebijakan sendiri. Tentu disesuaikan dengan kondisi daerah tanpa bertentangan dengan aturan yang ditentukan pemerintah pusat.

“Presiden itu selalu berpikiran begini, orang susah jangan ditambah susah lagi,” kata Luhut dalam video konferensi pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Selasa (31/3).

Luhut memahami maksud Jokowi karena pernah berada dalam kondisi yang sama saat masa kecilnya. Hal itu pun sangat masuk akal dalam kondisi saat ini. Untuk itu, saat ini para menteri terkait sedang menghitung besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah kepada masyarakat miskin.

“Apakah ini 40 persen atau 20 persen, lagi dihitung dengan cermat,” kata Luhut.

Selain aspek ekonomi, aspek kesehatan juga turut jadi pertimbangan. Penularan virus corona ini perlu ditekan agar tidak melebar ke berbagai wilayah dan makin banyak menelan korban.

Untuk itu saat ini pemerintah fokus pada penerapan kebijakan jaga jarak. “Penularan terjadi kalau kita tidak melaksanakan jaga jarak dengan baik,” ujar Luhut.

R Segara
%d blogger menyukai ini: