Prediksi Alumni Matematika UI: Puncak Wabah Corona 2 Mei, Berakhir Juni

Para matematikawan yang tergabung dalam Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah tentang prediksi kapan pandemi virus corona di Indonesia berakhir.
Penghitungan itu dibuat oleh beberapa alumnus Matematika UI. Mereka adalah Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan H, dan Immanuel M Rustijono. Hasil penghitungan tersebut diunggah di akun Instagram @ilunimathui, Selasa (31/3/2020).

Simulasi puncak dan akhir tersebut menggunakan data kasus kumulatif virus corona di Indonesia dari 2 Maret hingga 29 Maret. Data yang dirilis di laman kawalcovid19.id ini membentuk kurva eksponensial. Artinya jumlah kasus baru terus berlipat ganda hanya dalam hitungan hari.

“Kami meyakini bahwa sebenarnya banyak orang yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala. Seperti di negara lain,” bunyi laporan itu.

Kurva inilah yang dipakai untuk memprediksi puncak dan akhir wabah virus corona di Indonesia. Namun, puncak dan akhir wabah dipengaruhi penerapan physical distancing di masyarakat.

Peneliti kemudian mengamplikasikannya dalam grafik yang menunjukkan banyaknya kasus positif baru dan banyaknya penambahan orang yang terinfeksi per hari, dengan rincian:

*Infected: lebih dari 900 orang (Individu yang terinfeksi SARS-CoV-2 namun belum menunjukkan gejala),
*Reported: lebih dari 500 orang (Individu yang sudah terinfeksi SARS-CoV-2 dengan gejala dan sudah dilaporkan),
*Unreported: lebih dari 3.000 orang (Individu terinfeksi SARS-CoV-2 dengan gejala namun tidak melaporkan karena gejala yang muncul tidak berat atau ringan).

Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah orang yang terinfeksi lebih banyak daripada orang yang terkonfirmasi positif. Berdasarkan estimasi ini, pandemi COVID-19 diprediksi akan mencapai puncaknya pada 16 April 2020 dengan kasus mencapai 546 positif baru, dengan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi diperkirakan akan berakhir pada Mei hingga awal Juni 2020.

Skenario Paling Mungkin

Skenario kedua, jika pada 1 April ada kebijakan mengurangi interaksi masyarakat namun kurang tegas dan strategis. Sementara masyarakat tidak disiplin melakukan physical distancing.

Dengan skenario ini, puncak wabah virus corona terjadi pada 2 Mei dan akhir pandemi pada Juni-awal Juli. Pada 2 Mei, ada 1.490 kasus baru dengan akumulasi kasus positif corona mencapai 60.000.

Skenario ketiga, pada 1 April diberlakukan kebijakan tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia. Selain itu, masyarakat disiplin melakukan physical distancing.

Dengan kebijakan ketat, puncak dan akhir wabah corona di Indonesia diprediksi terjadi lebih cepat. Puncak pandemi terjadi pada 16 April dengan 546 kasus baru dan akumulasi kasus hanya mencapai 17.000. Sedangkan akhir pandemi corona diprediksi terjadi pada Mei-awal Juni.

Ikatan Alumni Matematika UI menyebut skenario kedua paling mungkin terjadi jika kondisi saat ini diteruskan. Artinya, kebijakan kurang tegas dan masyarakat tidak disiplin.

R Segara
%d blogger menyukai ini: