Pasien Corona Bertambah 518 di Arab Saudi Jadi 6.380 Orang

Arab Saudi mencatat empat kasus kematian baru akibat virus corona (Covid-19) selama 24 jam terakhir. Dengan begitu, jumlah pasien meninggal karena wabah tersebut di Arab Saudi kini menjadi 83 jiwa.

Dilansir laman Alarabiyah, Kamis (16/4/2020), pejabat kesehatan setempat menjelaskan, empat orang yang meninggal itu adalah warga negara asing (WNA) dengan usia berkisar antara 35 dan 89 tahun. Keempat orang itu diketahui sudah memiliki penyakit bawaan sebelum terjangkit Covid-19, menurut pejabat itu.

Pemerintah juga mencatat 518 kasus baru di Arab Saudi, sehingga totalnya per hari ini menjadi 6.380 kasus. Dari jumlah itu, 990 pasien dinyatakan telah sepenuhnya sembuh.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq al-Rabiah, sebelumnya memperingatkan, jumlah kasus infeksi corona di negara itu bisa saja mencapai 200.000 dalam beberapa minggu ke depan. Hipotesis itu diperoleh berdasarkan empat penelitian berbeda yang dilakukan para ahli dari dalam dan luar negeri. Estimasi terendah yang dipaparkan empat studi itu adalah 10.000 kasus.

“Tidak ada keraguan bahwa komitmen kami terhadap instruksi dan prosedur kesehatan, secara keseluruhan mengurangi jumlah kasus menjadi minimum, sementara ketidakpatuhan akan menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah kasus,” kata al-Rabiah seperti dikutip Saudi Press Agency.

Dia juga mengatakan, pengendalian wabah Covid-19 di Saudi tergantung pada kerja sama dan komitmen semua pihak terhadap protokol kesehatan dari pemerintah. Sayangnya, masih banyak orang menganggap remeh akan bahaya pandemi tersebut.

China Bantu Arab Saudi Perangi Corona

Tim ahli medis China berada di Arab Saudi sejak Rabu (15/4/2020) untuk membantu negara kerajaan tersebut memerangi pandemi virus corona jenis baru Covid-19.

Tim tersebut terdiri dari delapan ahli medis dari berbagai spesialisasi kedokteran, seperti uji lab virus, penyakit infeksi, penyakit pernafasan, kegawatdaruratan, dan pengobatan tradisional China (TCM), sebut media resmi setempat pada Kamis (17/4/2020) malam WIB.

Sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, tim ahli dari China akan membagikan pengalamannya dalam pelatihan staf medis untuk pencegahan, pengendalian, diagnosis, dan perawatan Covid-19 Arab Saudi.

Tim medis China itu juga akan memasok kebutuhan medis, memberikan konsultasi TCM, dan pelatihan pencegahan epidemik kepada para ekspatriat China di Saudi.

Dalam kesempatan tersebut, tim medis China itu juga membawa peralatan kesehatan bantuan dari Ningxia, seperti masker, alat pelindung diri, asam nukleat, dan termometer inframerah.

Ningxia merupakan daerah otonomi di wilayah barat China yang banyak dihuni etnis muslim Hui.

Duta Besar China untuk Arab Saudi Chen Weiqing mengatakan bahwa sejak wabah tersebut berjangkit, China dan Arab Saudi telah menjadi model hubungan antarnegara dan kerja sama internasional dalam memerangi corona.

China juga berterima kasih kepada Arab Saudi yang telah memberikan bantuan dan dukungan setelah China dilanda wabah yang merenggut 3.342 nyawa warganya itu

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: