Penerapan PSBB, Jakarta menutup sekolah dan tempat kerja

Otoritas di ibukota Indonesia Jakarta akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar termasuk penutupan sekolah dan tempat kerja untuk mengekang penyebaran virus corona baru di daerah yang paling terpukul di negeri ini.

Presiden Joko Widodo telah berupaya membatasi penularan penyakit pernafasan COVID-19 yang sangat menular melalui kebijakan yang menjauhkan sosial, tetapi telah menentang langkah-langkah penutupan umum yang diadopsi di banyak negara.

Tetapi sebagian besar dari 2.738 kasus koronavirus yang dikonfirmasi di Indonesia, dengan 221 kematian, telah terjadi di ibukota berpenduduk padat sekitar 10 juta orang, dan tingkat pengujian yang rendah serta data yang menunjukkan lonjakan pemakaman di sana menunjukkan jumlah korban yang sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Pada hari Selasa, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menandatangani perintah pemerintah pusat yang memungkinkan pemerintah Jakarta untuk memperkenalkan pembatasan pada kehidupan publik lebih keras daripada di seluruh Indonesia, negara terpadat keempat di dunia.

Provinsi DKI Jakarta resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). Penerapan PSBB ini setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujuinya pada Senin (6/4/2020). Sebelumnya, PSBB telah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Pusat untuk menangani wabah Covid-19 di Ibu Kota.

Hingga hari ini, Selasa (7/4/2020), angka kasus infeksi virus corona di DKI Jakarta paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Sudah ditandatangani tadi malam. Hari ini dikirim suratnya (ke Pemprov DKI),” kata Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan, Busroni, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa(7/4/2020).

Kebijakan ini akhirnya disetujui setelah Kemenkes melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

Untuk teknis pelaksanaan PSBB sepenuhnya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi disesuaikan dengan kemampuannya.

Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), penetapan PSBB sebuah wilayah didasarkan pada dua kriteria, yaitu:

Jumlah kasus dan atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.Terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.
Data per Senin (6/4/2020) yang ditampilkan laman corona.jakarta.go.id, total kasus Covid-19 di Ibu Kota berjumlah 1.299.

Dari angka itu, sebanyak 68 orang telah dinyatakan sembuh dan 131 orang meninggal dunia.

Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 783 orang, dan yang menjalani isolasi mandiri di rumah sebanyak 317 orang.

Sementara, untuk jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) hingga saat ini berjumlah 531 orang, 2.035 ODP lainnya sudah selesai diawasi.

Adapun, untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP), sebanyak 1.020 orang masih menjalani perawatan, dan 1.205 telah dipulangkan karena dinyatakan sehat.

Banyaknya jumlah kasus positif yang ditemukan di Jakarta membuat wilayah ini menjadi pusat sebaran virus corona terbesar di Indonesia.

Dari total kasus positif Covid-19 secara nasional, 2.491 kasus (data 6 April 2020), lebih dari 52 persen di antaranya terjadi di wilayah DKI Jakarta.

Jika melihat peta persebaran kasus Covid-19, kasus sudah ditemukan di seluruh kawasan di DKI Jakarta, baik Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, maupun Jakarta Timur.

R Segara
%d blogger menyukai ini: