Pengalihan Dua Mobil PCR Ke Surabaya Menimbulkan Polemik

Kepada wartawan, Tri Risma Walikota Surabaya membeberkan bukti chatting dirinya dengan Kepala BNPB Doni Monardo soal permintaan bantuan mobil PCR secara khusus untuk warga Surabaya. “Teman-teman lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” katanya. “Saya enggak terima, Pak!.

Saya dibilang yang enggak bisa kerja. Kalau ngawur menyerobot gitu, sebenarnya siapa yang tidak bisa kerja? Kalau mau memboikot tidak begitu caranya,” kata Risma seperti dilihat dalam akun @pdiperjuangan.

Kemudian, Risma berkoordinasi dan menghubungi berbagai pihak yang telah dimintai bantuan untuk mendatangkan mobil laboratorium tersebut. Bahkan, ia melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Setelah melaporkan, Risma menyebut Doni berjanji mengecek keberadaan mobil pemeriksaan PCR COVID-19. Sebab, memang dua mobil bantuan itu diprioritaskan untuk penanganan virus cororna di Kota Surabaya.

“Teman-teman, lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni. Jadi, ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” ujar Risma.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengirim mesin pemeriksaan virus Polymerase Chain Reaction (PCR) berteknologi canggih ke Surabaya. Mesin PCR ini dioperasikan di dalam mobil sehingga memudahkan untuk mobilitas pemeriksaan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut, alasan mobile combat dikirim ke Jawa Timur karena tingkat penularan di provinsi ini kian meluas. Dalam beberapa hari terakhir, angka penularan COVID-19 di Jawa Timur dalam satu hari paling banyak dibanding provinsi lain.

“Kita sudah rundingkan semuanya waktu malam, mobil ini mau dikirim ke mana. Ternyata identifikasi di Sidoarjo sudah menunggu lama sehingga kita kirimkan ke Sidoarjo seharian di sana, hari kedua mobil sudah ada dua standby di rumah sakit darurat, sebelumnya sore kami sudah berkoordinasi, diskusi banyak sekali yang minta. Kemudian Tulungagung dan Lamongan juga banyak,” katanya Jumat (29/5/2020) malam.

“Dalam beberapa hari terakhir ini memang terjadi peningkatan sejumlah kasus, namun tidak terlepas upaya pemerintah Surabaya Jawa Timur untuk memperbanyak pemeriksaan,” kata Doni.

Mobile combat COVID-19 yang dikirim ini memiliki teknologi canggih dari Korea Selatan. Jika mesin PCR biasa mendapatkan hasil tes COVID-19 dalam waktu 24 jam, mesin ini mampu memeriksa lebih cepat, yakni sekitar 40 menit.

Mesin ini menggunakan teknologi crystal mix dengan reagen yang padat. Di dalam mobile combat tersebut, ada tiga titik negatif preasure yang di-install. Satu titik di dalam kabinet sendiri, satu di swab cambers, dan satu di dalam ruangan.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: