Tak Ada Libur Penanganan Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tak ada hari libur dalam melawan virus Corona.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mengurangi kapasitas pengetesan sampel Covid saat lebaran.

“Instruksi saya jelas, tidak ada hari libur dalam penanganan Covid-19,” kata Yurianto lewat pesan singkat, .

Yurianto berkata instruksi itu ditujukan untuk laboratorium tes Covid-19 yang dikelola oleh pemerintah. “Saya tidak punya kewenangan mengatur swasta,” kata dia.

Sebelumnya, beredar surat dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan yang menyatakan akan libur memeriksa sampel Covid dari 20 sampai 26 Mei.

Surat tertanggal 15 Mei itu ditujukan kepada para pelanggan BBTKLPP Jakarta. Isinya, BBTKLPP Jakarta memberi tahu bahwa penerimaan sampel Covid-19 akan dilakukan terakhir pada 20 Mei 2020 pukul 12.00 WIB. “Penerimaan sampel akan dibuka kembali pada tanggal 26 Mei.

“Virus enggak kenal warna, dan RS tidak mengenal libur,” tegas Yurianto membantah surat tersebut.

Hingga Jumat (15/5), Kemenkes mencatat telah ada 178.602 spesimen yang diuji laboratorium terkait dengan penyebaran virus corona. Jumlah itu berasal dari 132.060 orang pasien.

Pada Sabtu (16/5), telah ada 16.496 kasus positif corona di Indonesia. Sebanyak 1.076 orang telah meninggal dunia, sedangkan 3.803 orang lainnya sembuh.

Pasalnya Indonesia saat ini masih tergolong minim tes dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 271 juta.

Data Worldometers menunjukkan Indonesia hingga Sabtu ini baru melakukan tes terhadap 178.602 spesimen. Jumlah itu berarti 654/ 1 juta populasi Indonesia yang total berjumlah 273.152.851 jiwa.

Data pada dua hari lalu, Kamis (14/5/2020), menunjukkan Indonesia telah melakukan tes terhadap 169.195 spesimen. Artinya dalam dua hari terakhir, Indonesia baru melakukan sebanyak 9.407 tes (kurang dari 5.000 tes/hari) atau masih jauh dari target Presiden Jokowi sebanyak 10.000 tes/hari.

Jika benar laboratorium Kemenkes libur dalam memeriksa sampel Covid-19, maka tidak ada perbaikan dalam pelaksanaan tes. Indonesia tercatat baru melakukan 654 tes per 1 juta penduduk. Angka ini jauh lebih rendah daripada negara-negara episentrum baru Covid-19 seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol. Bahkan Indonesia masih di bawah negara-negara miskin seperti Zimbabwe, Guinea Bissau, Kamboja, dan Bangladesh.

R Segara
%d blogger menyukai ini: