IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan, Rupiah Menguat

Memasuki akhir April, Kamis (30/4), bursa saham Asia pagi ini dibuka melaju, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, merespon pernyataan Gilead Sciences tentang potensi pengobatan Covid-19. Penasehat kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci mengatakan percobaan obat remdesivir oleh NIAID terhadap 800 pasien memperlihatkan, “berita yang cukup bagus.”

Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,28%, menjelang rilis indeks PMI China pagi ini.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melaju 0,78%, dan berlanjut melonjak 1,12% (60,60 poin) ke posisi 5.454,00 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat tajam 2,48% (491,28 poin) ke level 20.262,47, setelah dibuka melompat 2,55% dan Topix melonjak 1,94%. Saham Fanuc melesat 5%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,7%, dan berlanjut dengan laju yang sama menjadi 1.947,56.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,28% (67,63 poin) di posisi 24.643,59 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,35% menjadi 2..832,38.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melaju 0,83% ke posisi 4.567. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melambung 4,66% menjadi USD16,16.

Beberapa analis memperkirakaan, pergerakan IHSSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan lanjutan. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di area negatif dengan fluktuasi pergerakan yang cukup besar.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, hasil uji klinis remdesivirsebagai obat yang efektif untuk mengobati pasien covid-19m, dan komitmen The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol selama diperlukan untuk menopang ekonomi, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 4,520 dan resistance di level 4,610. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
Saham: JSMR (Buy, Support: Rp2,700, Resist: Rp2,970), HMSP (Buy, Support: Rp1,530, Resist: Rp1,610), EXCL (Buy, Support: Rp2,480, Resist: Rp2,680), ERAA (Buy, Support: Rp1,200, Resist: Rp1,290).
ETF: XISC (Buy, Support: Rp418, Resist: Rp426), XMTS (Buy, Support: Rp361, Resist: Rp368), XPFT (Buy, Support: Rp375, Resist: Rp385).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melonjak tinggi, terangkat oleh berita positif potensi obat virus korona dari Gilead Sciences, dan janji Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol selama diperlukan, dan memberikan bantuan tambahan bagi perekonomian.

Kenaikan pada sesi Rabu membuat S&P 500 melambung lebih dari 13%, terbesar sejak 1974. Dow melejit 12,4% sepanjang April, terbesar sejak 1987. Studi National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) menunjukkan obat remdesivir Gilead mempunyai efek positif “yang nyata” untuk pengobatan Covid-19. Gilead juga merilis hasil penelitiannya, yang menunjukkan perbaikan pada pasien yang menggunakan remdesivir untuk mengobati virus korona. Saham Gilead melonjak 5,7%.

Rilis data PDB AS kuartal I melorot 4,8%, kontraksi terbesar sejak krisis keuangan. Tetapi pasar terhibur oleh respons positif The Fed. Chairman Jerome Powell mengatakan The Fed “berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat guna mendukung perekonomian.” Sentimen juga terangkat oleh lonjakan saham Alphabet sebesar 8,9% setelah melaporkan penurunan pertumbuhan pendapatan yang tidak sebesar perkiraan. Facebook meroket 6,2%. Amazon naik 2,5% dan Apple meningkat 3,3%. Boeing melonjak 6,0 persen setelah menyatakan memiliki likuiditas yang cukup untuk menghadapi penurunan bisnisnya.

Dow Jones Industrial Average melonjak 2,2% (532,31 poin) menjadi 24.633,86.
S&P 500 melejit 2,66% (76,12 poin) ke posisi 2.939,51.
Nasdaq Composite melesat 3,57% (306,98 poin) ke level 8.914,71.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir lebih tinggi, merespon klaim Gilead Sciences melihat “data yang positif” dari uji coba obat remdesivir untuk mengobati Covid-19. Gilead juga mengatakan akan membagikan data dari uji coba tersebut, dan “segera” menguji remdesivir pada pasien dengan gejala virus korona yang parah. Laju indeks tertahan oleh Rilis data survei bulanan Komisi Eropa menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi zona Euro mengalami penurunan tertajam pada April. Sentimen ekonomi anjlok ke posisi 67,0 dari revisi penurunan 94,2 pada Maret lalu.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,75% menjadi 347,06. Laporan keuangan Airbus, Deutsche Bank, Barclays, GSK, Standard Chartered, dan Volkswagen ikut menggerakkan indeks acuan. Saham sektor keuangan cenderung menguat. Saham Barclays naik hampir 15% didukung hasil yang kuat dari divisi perbankan investasinya. Standard Chartered diperdagangkan hampir 12% lebih tinggi, dan Deutsche Bank naik sekitar 12%. AMS melambung lebih dari 24%, GN Store, anjlok 6%, Wirecard terperosok 8%.

FTSE 100 London melonjak 2,63% (156,75 poin) ke posisi 6.115,25.
DAX 30 Frankfurt melesat 2,89% (312,11 poin) ke level 11.107,74.
CAC 40 Paris meningkat 2,22% (101,32 poin) menjadi 4.671,11.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menjanjikan kembali untuk melakukan apa yang diperlukan guna menopang perekonomian, dan berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat guna mendukung ekonomi AS. “…dengan mempromosikan lapangan kerja maksimum dan target stabilitas harga,” ungkap bank sentral dalam pernyataan di akhir rapat kebijakan dua hari. Pernyataan The Fed muncul setelah rilis data PDB AS kuartal I yang mengalami kontraksi 4,8%, setelah tumbuh 2,1% pada kuartal IV- 2019.

Dolar AS juga melemah karena peningkatan sentimen risiko setelah Gilead Sciences mengatakan eksperimen remdesivir obat antivirus-nya membantu mengatasi gejala pada pasien COVID-19, yang menambah optimisme dibukanya kembali aktivitas ekonomi di seluruh dunia. Indeks dolar (DXY) , yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju , turun 0,29 persen menjadi 99,57. Indeks Dolar merosot lebih dari 3% setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga tahun, di posisi 102,99, pada akhir Maret.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Currency Value Change % Change Time (ET)
Euro (EUR-USD) 1.0878 0.0005 +0.05% 7:38 PM
Poundsterling (GBP-USD) 1.2473 0.0004 +0.03% 7:39 PM
Yen (USD-JPY) 106.59 -0.09 -0.08% 7:38 PM
Yuan (USD-CNY) 7.0767 -0.0029 -0.04% 11:29 AM
Rupiah (USD-IDR) 15,295.00 -150.00 -0.97% 3:51 AM
Sumber : Bloomberg.com, /2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik, melonjak lebih dari 10%. Rilid data peningkatan stok minyak mentah AS di bawah ekspektasi, mendorong optimisme bahwa konsumsi bahan bakar akan pulih karena sejumlah negara Eropa dan negara bagian AS melonggarkan lockdown . Badan Informasi Energi mengungkapkan, persediaan minyak mentah AS membengkak 9 juta barel pekan lalu menjadi 527,6 juta barel, sekitar 7 juta barel di bawah rekor tertinggi, dan di bawah prediksi peningkatan 10,6 juta barel dalam jajak pendapat Reuters .
Data tersebut termasuk penurunan signifikan dalam stok bensin AS, yakni 3,7 juta barel, dari rekor tertinggi pekan lalu. Permintaan bensin selama empat pekan terakhir tetap anjlok 44% dari tahun sebelumnya, tetapi penarikan tersebut menunjukkan penurunan konsumsi mungkin mendatar. Permintaan bahan bakar secara keseluruhan merosot 28% dalam empat pekan terakhir.
Harga minyak mentah berjangka WTI melambung USD2,72 (22%) menjadi USD15,06 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent melesat USD2,08 (10,2%) menjadi USD22,54 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, karena optimisme seputar pelonggaran lockdown dan harapan obat potensial untuk Covid-19 yang menopang aset berisiko, menjelang rilis hasil rapat kebijakan The Fed.Penurunan harga emas sedikit tertahan oleh rilis data PDB AS kuartal I yang mengalami kontraksi 4,8% (yoy) karena penutupan aktivitaas ekonommi akibat wabah virus korona, sehingga menjungkirbalikkan ekspansi ekonomi AS. Harga logam mulia lainnya; palladium melesat 1% menjadi USD1.935,81 per ounce, platinum naik 0,2% menjadi USD773,66, dan perak turun 0,4% menjadi USD15,14.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.701,36 per ounce.
Harga emas berjangka AS merosot 0,5% menjadi USD1.713,40 per ounce.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: